Pendahuluan
Backend adalah bagian penting dari aplikasi web yang bertugas memproses data, menyimpan data ke database, menghapus data, dan menampilkan data. Jika Anda ingin membuat aplikasi web sederhana—misalnya portal audit, supervisi, atau ceklis PPI—maka backend dengan PHP Native adalah pilihan yang sangat mudah.
PHP Native berarti menggunakan PHP tanpa framework, sehingga Anda cukup membuat file .php dan menulis kodenya langsung. Metode ini cocok untuk pemula, belajar, atau aplikasi internal rumah sakit.
Artikel ini akan membahas langkah demi langkah untuk membuat backend PHP native dari awal hingga bisa terhubung dengan database.
• Belajar Coding Bagian 9: Membuat Elemen Formulir HTML (Lengkap & Detail)
• Belajar Coding Bagian 8: Elemen Tabel dalam HTML (Lengkap dengan Contoh & Hasil)
1. Apa Itu Backend PHP Native?
Backend PHP Native adalah kode backend yang ditulis menggunakan PHP murni tanpa framework seperti Laravel atau CodeIgniter.
✔ Kelebihan:
- Paling mudah dipahami.
- Cepat dibuat.
- Cocok untuk aplikasi kecil-menengah.
- Bisa berjalan di hosting murah.
✘ Kekurangan:
- Jika aplikasi besar, struktur bisa berantakan.
- Fitur keamanan perlu dibuat manual.
2. Persiapan Awal
Sebelum mulai membuat backend, siapkan:
A. Software yang Dibutuhkan
- XAMPP / Laragon / MAMP → untuk menjalankan PHP & MySQL.
- Code editor seperti VS Code.
- Browser (Chrome/Firefox).
B. Buat Folder Project
Misalnya di XAMPP:
htdocs/ portal-ppi/ backend/ frontend/
3. Membuat Koneksi ke Database (koneksi.php)
File ini adalah jembatan antara PHP dan database MySQL.
Buat file:
backend/koneksi.php
Isinya:
Setiap file backend nanti cukup menulis:
include "koneksi.php";
4. Membuat File Backend untuk INSERT (simpan data)
Contoh kita ingin menyimpan data audit ke tabel audit_ppi.
Buat file:
backend/simpan_audit.php
Isi:
Frontend HTML hanya perlu:
5. Membuat Backend untuk UPDATE (edit data)
Buat file:
backend/edit_audit.php
Isi:
6. Membuat Backend untuk DELETE (hapus data)
Buat file:
backend/hapus_audit.php
Isi:
Hanya perlu akses URL:
/backend/hapus_audit.php?id=5
7. Membuat Backend untuk GET DATA (tampilkan data)
Buat file:
backend/get_audit.php
Isi:
Jika frontend pakai JavaScript Fetch:
fetch("backend/get_audit.php") .then(res => res.json()) .then(data => console.table(data));
8. Struktur Folder Backend PHP Native yang Benar
Untuk aplikasi besar seperti Portal PPI, susun backend seperti ini:
backend/ koneksi.php audit/ simpan.php edit.php hapus.php get.php supervisi/ simpan.php edit.php hapus.php get.php dokumen/ upload.php delete.php list.php
Dengan struktur seperti ini:
- Lebih rapi
- Mudah maintenance
- Tidak bingung jika modul bertambah banyak
9. Tips Keamanan Dasar (Wajib untuk Aplikasi RS)
Untuk aplikasi rumah sakit, backend harus aman.
Gunakan:
- mysqli_real_escape_string() → mencegah SQL Injection
- password_hash() / password_verify() → untuk login
- session_start() → untuk menjaga session pengguna
- Validasi input harus dilakukan di backend
Contoh:
$jenis = mysqli_real_escape_string($koneksi, $_POST['jenis']);
10. Kesimpulan
Membuat backend PHP native ternyata sangat mudah. Anda cukup:
- Siapkan koneksi database
- Buat file untuk:
- simpan data
- edit data
- hapus data
- tampilkan data
- Hubungkan frontend HTML/JS dengan backend menggunakan form atau AJAX
- Susun folder agar rapi
- Tambahkan sedikit keamanan dasar
Dengan cara ini, Anda bisa membangun aplikasi seperti Portal PPI, audit, supervisi, dan form manajemen dokumen tanpa framework rumit.