Coding

Cara Membuat Backend Node.js + Express dengan Struktur Manual

Dipublikasikan: 16 Mar 2026
⏱️ Estimasi waktu baca: 4 menit

Pada banyak framework seperti Laravel, struktur folder aplikasi sudah dibuat secara otomatis ketika project dibuat.

Namun dalam pengembangan backend menggunakan Node.js dan Express.js, developer biasanya membuat struktur project secara manual.

Pendekatan ini memberikan kebebasan kepada developer untuk menentukan arsitektur aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga:
Belajar Coding Bagian 9: Membuat Elemen Formulir HTML (Lengkap & Detail)
Belajar CSS Bagian 0 : Catatan HTML, CSS lengkap yg direkap dalam tabel

Dalam bagian ini kita akan membahas secara lengkap:

  • cara membuat project Node.js

  • cara menginstall Express

  • cara membuat server

  • cara membuat struktur folder manual

  • cara menghubungkan route, controller, dan model


1 Persiapan Lingkungan Pengembangan

Sebelum membuat aplikasi backend Node.js, pastikan beberapa software berikut telah terpasang.

1. Node.js

Unduh Node.js dari website resmi:

https://nodejs.org

Setelah instalasi selesai, cek versi Node.js:

node -v

Jika berhasil, akan muncul versi seperti:

v20.10.0

2. NPM (Node Package Manager)

NPM biasanya sudah otomatis terpasang bersama Node.js.

Cek versi npm:

npm -v

NPM digunakan untuk:

  • menginstall library

  • mengelola dependency project

  • menjalankan script aplikasi


2 Membuat Project Node.js Baru

Buat folder project baru.

mkdir app-pengawasan

Masuk ke folder project.

cd app-pengawasan

Kemudian inisialisasi project Node.js:

npm init -y

Perintah ini akan membuat file:

package.json

File ini berisi konfigurasi project seperti:

  • nama project

  • versi project

  • dependency

  • script


3 Menginstall Express.js

Install Express dengan perintah berikut:

npm install express

Setelah instalasi selesai akan muncul folder baru:

node_modules

Struktur project akan terlihat seperti ini:

app-pengawasan
│
├── node_modules
├── package.json
└── package-lock.json

4 Membuat Server Node.js

Buat file utama aplikasi bernama:

server.js

Contoh kode server sederhana:

const express = require("express");

const app = express();

app.get("/", (req,res)=>{
    res.send("Server berjalan");
});

app.listen(3000, ()=>{
    console.log("Server berjalan di port 3000");
});

Jalankan server:

node server.js

Buka browser:

http://localhost:3000

Jika berhasil akan muncul teks:

Server berjalan

5 Membuat Struktur Folder Manual

Setelah server berjalan, langkah berikutnya adalah membuat struktur project yang rapi.

Buat folder berikut secara manual.

mkdir public
mkdir src
mkdir src/routes
mkdir src/controllers
mkdir src/services
mkdir src/models
mkdir src/config
mkdir src/middleware
mkdir src/utils
mkdir uploads
mkdir logs

Struktur project akan menjadi:

app-pengawasan
│
├── public
├── src
│   ├── config
│   ├── routes
│   ├── controllers
│   ├── services
│   ├── models
│   ├── middleware
│   └── utils
│
├── uploads
├── logs
├── package.json
└── server.js

Struktur ini sering digunakan dalam arsitektur MVC sederhana.


6 Menghubungkan Express dengan Folder Public

Tambahkan kode berikut di server.js.

app.use(express.static("public"));

Contoh lengkap:

const express = require("express");
const app = express();

app.use(express.json());
app.use(express.static("public"));

app.listen(3000, ()=>{
    console.log("Server berjalan di port 3000");
});

Dengan konfigurasi ini browser dapat mengakses file dalam folder:

public

Contoh:

public/dashboard/index.html

dapat dibuka melalui:

http://localhost:3000/dashboard/index.html

7 Membuat Route API

Buat file:

src/routes/auditRoutes.js

Contoh isi file:

const express = require("express");
const router = express.Router();

router.get("/audit", (req,res)=>{
    res.json({message:"data audit"});
});

module.exports = router;

8 Menghubungkan Route ke Server

Import route pada file server.js.

const auditRoutes = require("./src/routes/auditRoutes");

Tambahkan pada express:

app.use("/api", auditRoutes);

Contoh lengkap:

const express = require("express");
const auditRoutes = require("./src/routes/auditRoutes");

const app = express();

app.use(express.json());
app.use(express.static("public"));

app.use("/api", auditRoutes);

app.listen(3000, ()=>{
    console.log("Server berjalan");
});

Sekarang endpoint API tersedia di:

http://localhost:3000/api/audit

9 Menghubungkan Frontend dengan Backend

Pada file JavaScript di frontend:

public/js/app.js

Contoh mengambil data dari API:

fetch("/api/audit")
.then(res => res.json())
.then(data => {
    console.log(data);
});

Ketika halaman web dibuka, frontend akan mengambil data dari backend Node.js.


10 Alur Kerja Sistem

Setelah sistem berjalan, alur request menjadi seperti berikut:

Browser
(HTML CSS JS)
      │
      │ Request API
      ▼
Routes
      ▼
Controller
      ▼
Service
      ▼
Model
      ▼
Database

Struktur ini memungkinkan aplikasi berkembang menjadi sistem besar tanpa membuat kode menjadi berantakan.


11 Keuntungan Struktur Manual Node.js

Pendekatan struktur manual memiliki beberapa kelebihan.

  1. fleksibel

  2. mudah disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi

  3. dapat digunakan untuk berbagai jenis arsitektur

  4. cocok untuk aplikasi skala kecil hingga besar

Banyak aplikasi perusahaan menggunakan pendekatan ini karena memberikan kontrol penuh terhadap struktur sistem.


12 Kapan Struktur Ini Digunakan

Struktur ini cocok untuk berbagai jenis aplikasi seperti:

  • sistem audit

  • sistem pengawasan

  • sistem manajemen dokumen

  • dashboard laporan

  • sistem manajemen rumah sakit

Dengan pendekatan ini aplikasi dapat berkembang menjadi sistem enterprise yang kompleks.

Chat Admin Sekarang //